Linkers

| eCyber - MedMasters - WebMasters | Kang Hand | Musikalisasi puisi | Music GUITAR | kaumautau | HiLF - High Link Force | Dunia Anak | Seni Rupa | ANGEL STAR | | Legal | Acentran | Media Watch | MBC Indonesia | AKUNDA studio |
Tampilkan postingan dengan label suhandayana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suhandayana. Tampilkan semua postingan

API MASEHI #05

.


API MASEHI #05





*

Cerita Bergambar : API MASEHI

*

#05

*

( gambar #05 )

*

Dongeng & Grafis © 2012 Suhandayana

*

NYARIS matahari meludahkan rona jenar. Semua planet meradius hati-hati, mata sang merah menjulang sonar melecut-lecut. Beberapa jilatan mengais sisa hati manusia. Terasa pedih, galau, serba tergesa. Seberkas menggurat ke pelipis pemadat candu. Seberkas lagi menusuk daun jendela pengertianmu. Masih adakah langit, wahana mustawan luasa tempat matahari berenang-renang? Seberapa pun matahari baru terbit di angkasa, hanya terlihat kerlap bintang biru. Seusai badai api, kolong lelangit bakal lahirkan janji-Mu ke pedalaman hutan dzikir. Menanya gelombang naif mauku, mengapa lidahmu tanpa salam, hanya julur meng-api-fitnah, menyerapah tak tau hujah.
-
Hari-hari salam menegur segala cipta-rasa-karsa, benua, bebatuan, meteor, juga badai dajjal. Memancang peristiwa baru bagi segala pembanding matahari kecil di sempit langitmu. Salam membawa kelebat cemeti, meletus, berasap, meremuk nafsu sayap-tanduk-ekor kebinatangan. Sedekah bergumpal-gumpal, menggunung, melaut. Cahaya beranak pelangi menyambut wajah-wajah pentasbih. Sinar bulan kian binar, membisik inayah syahdu agar semua bulatan peristiwa membulat, saling cengkrama. Monolog dayacipta, mengorbit atau tetap mujud. Langit penyimpan degup matahari dan bumi akan selalu lebih hebat daripada niatmu tersimpan rapat.
-
Nyali niat telah beredar sejak keberanian Ibrahim tersentak ketika sujud di tepi persinggahan Sang Dewa Surya; kini mantan pemeluk masehi menggeliat, menguji keyakinan: “SIAPA paling wenang menciptaku, APA paling kuasa bagi tidak menitahku?!”

*

.

PREV <===     [ DAY-12a28 ]     ===> NEXT

.





*

lafazkata :
 
Suhandayana | Kompasiana.com | Kompasianer |


.



.

PEMBURU KELAMIN

. 

PEMBURU KELAMIN






...................................

ANGGAP saja aku (anda) baru akan menyadari hal ini: Manusia dinyatakan tahu-diri, sadar-diri, bila mengerti asal-muasal sampai akibat paling akhir atas kejadian manusia. Lupa, lalai, mubadzir, atau celaka termasuk bagian dari ketidaktahuan diri (pingsan, bahkan mati di kala hidup). Demi mencapai puncak kesadaran atas fungsi, tugas, dan tujuan manusia meng-’ada’, dicipta-Nya, maka telah tersedia himbauan cerdas semacam ‘barangsiapa telah mengerti diri sendiri (man arofa nafsahu …, sabda), aku berfikir maka aku ada (cogito ergo sum, rene descrates), percayakan pada diri sendiri (believe by your self), dan lain-lain kredo terkait “kenal diriku — (meng-)apa, bagaimana ‘ada’-ku (?)”




Agar tetap fokus pada tema utama ‘kesadaran manusia seutuhnya’, aku suka bila (anda pun suka) mengawali dialog ini dengan bahasan ‘kenali dulu jenis kelamin kamu’. Ya, temui bukti dan alasan nyata, mengapa ada jenis kelamin jantan - betina. Ini menarik. Mungkin saja dalam diri setiap manusia ada dua sifat itu sebagai ranah fitratillah demi kelestarian keberadaan manusia di muka bumi. Atau, anda terlanjur dipaksa berkelamin perempuan?

..............................



lanjutankan baca ...




 *

lafazkata 




.